Impian - Impian Sang Pencinta

perahu dan dermaga


Sekiranya aku bangun sebuah dermaga kasih
Akankah perahu cintamu kelak berlabuh ?
Lalu bernyanyi kita memanggil bulan, bintang—bintang
Matahari dan planet—planet untuk bersulang
Kita petikkan selaksa harpa melagukan semesta
Dan kita tebarkan benih—benih penuh cinta

Di sini kurajutkan sehelai selendang surga
Seisi alam kujalin di wajahnya
Kau genggam ujung yang satu
Kugenggam ujung yang lainnya
Lalu kita pertemukan keduanya pada bola dunia

Hamparan hijau meruah
Bunga—bunga merekah
Burung—burung bernyanyi
Kupu—kupu menari
Sungai –sungai mengalir
Laut dan danau bergelimang satwa air


Kita bangun peradaban penuh bersahaja di atasnya
Kita bersahabat dengan satwa
Kita berlari di antara rumput—rumput liar
Kita rayakan bunga—bunga yang hendak mekar

Kita ajarkan anak cucu kita nyanyian satwa
Kita tunjukkan konser serangga
Kita kajikan ayat—ayat Allah
Kita wariskan hati yang tabah

Oh… akankah impian ini jadi nyata indah?
Sementara bumi yang sekarang semakin renta dan menua
Hutan—hutan berganti rumah kaca
Nyanyian burung lenyap di udara
Tarian kupu tak tertangkap mata
Satwa langka terancam punah

Kejahatan merajalela
Perang saudara sudah biasa
Norma—norma tak tereja
Manusia gelap mata dan menjadi buta
Alam tak lagi ramah kepada kita
Sebenarnya masih ada harapan untuk kita
Bila kita berbenah diri dengan segera
Rasa peduli, cinta dan kasih sayang
Kita tanamkan dari sekarang!


@Horison Biru, 4—5 Desember 1998
photo: private collection

Inspirasi bisa datang dari siapa saja
Tapi sugesti, hanya tumbuh dan berkembang dari dalam diri sendiri

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Bebas komentar apa aja, asal sopan.
Tapi jangan nyepam. Ntar dihapus lho!