Berkaca pada Cermin II

Tentang jiwa - jiwa pemilik kegagalan

Di sini kududuk dan berkaca pada cermin
Kutemukan bayangan diriku di sana
Bibir tersenyum mata tertawa
Tapi kulihat hatiku meneteskan lara
Kusaksikan gurat - gurat ketegaran bertaburan
Tapi nyata masih membayang ketidakikhlasan

Kuperintah diriku untuk berhati baja
Tapi ternyata kristal di hatiku berkali - kali pecah
Kupunguti pecahan - pecahan itu, kusatukan lagi
jatuh dan pecah lagi, dan kusatukan lagi

Mereka bilang tubuh mungilku menyimpan jiwa yang kuat
Tapi yang kutahu aku hanya berusaha untuk tampak hebat

Untuk orang - orang yang pernah mencacimakiku,
terima kasih... kalianlah yang membuatku memahami dan memperbaiki kekurangan dan kesalahanku
Untuk orang - orang yang pernah memujiku
terima kasih... kalianlah yang membuatku mengetahui kebodohan dan kesombonganku
Untuk orang - orang yang pernah menyakitiku
terima kasih... kalianlah yang membuatku menjadi kuat 
Untuk orang - orang yang pernah dan selalu menyayangiku
terima kasih... kalianlah yang membantuku menemukan cinta dan kebahagiaan dalam hidup

Inspirasi bisa datang dari siapa saja
Tapi sugesti, hanya tumbuh dan berkembang dari dalam diri sendiri

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

4 komentar

komentar
October 25, 2010 at 10:01 PM delete

lihatlah dunia yang maha luas
lihatlah mentari sambut snyum insan
lihatlah bulan yang selalu ramah
lihatlah,lihatlah olehmu semua
tentang kekuasaan tuhan
hingga tak perlu becermin
hanya sekedar tuk bersyukur

hati memang selalu retak
ingatlah yang esa sebagai perekat

Reply
avatar
October 26, 2010 at 10:07 AM delete

kulihat dunia yang maha luas
kulihat mentari sambut senyum insan
kulihat bulan yang selalu ramah
tlah kulihat semuanya
tentang kekuasaan Tuhan
tapi bukankah selalu banyak cara
tuk temukan setangkup kebenaran?

Ada banyak jalan dan lintasan
Tapi semuanya menuju ke tempat yang sama

Reply
avatar
October 26, 2010 at 4:11 PM delete

memang demikian halnya sahabat
tak perlu kata tuk ungkap kebenaran
tak jua perlu cara tuk tau kebenaran
karena semua sudah tersirat
semua juga tersurat

kadang aku bertanya
kebenaran hakiki masihkah ada
jika keyakinan telah lunglai

kemarin aku juga bertanya
masihkah ada keadilan
jika keikhlasan tinggal sebuah kata

aku hargai titian jalan persimpangan
bukankah takdir itu pilihan
pihan yang kadang sulit
tuk maklukh yang paling lemah
dan paling sombong

seperti diriku.............
seperti dirimu.............
diri kita................

Reply
avatar
December 14, 2010 at 3:25 PM delete

mohon dukungannya untuk para blogger semua dengan artikel ini
http://haribaru08.blogspot.com/2010/12/diskon-gila-disduscom.html
setiap dukungan akan saya balas dengan membacklink dari artikel selanjutnya. Blogku yang telah mempunya Pagerank 3. bila anda membacklink artikel ini saya akan tempatkan anda pa friends link blogku.thanks

Reply
avatar

Bebas komentar apa aja, asal sopan.
Tapi jangan nyepam. Ntar dihapus lho!