Minggu Terakhir

Hari ini, Minggu terakhir. Istilah yang dipakai orang - orang untuk hari - hari sebelum puasa tiba. Di hari ini orang bersenang - senang, mengunjungi tempat - tempat wisata bersama keluarga.


Tapi bagiku, istilah itu sama sekali tak berlaku. Di sini aku duduk di depan notebookku, mengetikkan kalimat - kalimat ini. Sementara di luar angin bertiup kencang, setelah paginya hanya sepoi - sepoi. Titik - titik air dari langit mulai muncul menyambut panggilan angin untuk bermain.



Ah, sejak pagi tadi aku teringat lagi akan naskah - naskah lawasku sejak masa Putih - Biru, yang secara ajaib hilang entah kemana. Yang hingga lubang - lubang semut kugalipun tak kutemukan di mana ia berada. Ada memang beberapa yang akan kutemukan di sebuah terbitan. Tapi .... itu sedikit sekali.



Dan hari ini, dengan semangat yang sama dengan hari - hari pencarian yang lalu, kuubek - ubek lagi apa yang bisa diubek - ubek, hehehe. Ada beberapa hal berharga yang kutemui selama pencarian ini. Tapi tetap belum kudapatkan apa yang kucari itu. Yang jika ada seseorang menemukannya, dan meminta aku menebusnya dengan rupiah, maka aku akan menebusnya saat itu juga.



Wew. Pencarianku hari ini berakhir. Dalam hujan dan angin yang bermain - main di luar sana. Dan lampu yang mati tiba - tiba, hingga tulisan ini tertunda sampai malam tiba.



Hari ini Minggu terakhir. Tapi bukan akhir pencarianku. Semoga, aku akan menemukannya di hari - hari lain. Amiin

Inspirasi bisa datang dari siapa saja
Tapi sugesti, hanya tumbuh dan berkembang dari dalam diri sendiri

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Bebas komentar apa aja, asal sopan.
Tapi jangan nyepam. Ntar dihapus lho!