Ivedich, Ketika Takdir Bicara

takdir, puisi takdir
Takdir, kaukah itu?
Berdiri di sudut kamarku lalu menghilang di balik pintu
Aku tak tahu sejak kapan kau ada di situ
Tersenyum padaku, berbicara kepadaku

Ratusan malam kita lalui bersama
Tertawa, berbagi cerita. Dengan cara yang tak biasa

Aku di sini. Dan kau di situ, di sudut kamarku
Jauh, tapi dekat. Dekat, tapi tak terjangkau


Bila pagi datang hingga petang menjelang
Kubawa bayangmu dengan hati riang
Dan kulihat orang - orang tersenyum padaku di sepanjang jalan

Takdir, kaukah itu?
Berdiri di sudut kamarku lalu menghilang di balik pintu
Menatapku sendu
Di malam ke tiga ratus enam puluh satu

Destiny, 20 - 23 Januari 2012

Image from here

Inspirasi bisa datang dari siapa saja
Tapi sugesti, hanya tumbuh dan berkembang dari dalam diri sendiri

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

8 komentar

komentar
January 24, 2012 at 2:33 PM delete This comment has been removed by a blog administrator.
avatar
January 24, 2012 at 9:11 PM delete

Ivedich...nama lain dari cinta...sebuah perjalanan panjang melewati malam-malam berbilang...:-)

Reply
avatar
January 25, 2012 at 5:16 PM delete

Kade & chamadii: Thanks :)

Redra: Ivedich, saat terkadang cinta butuh lebih dari "sekedar" cinta. Bahkan sebuah perjalanan panjang melewati malam-malam berbilang pun harus "menyerah" karenanya

Reply
avatar
January 30, 2012 at 11:49 AM delete

bahasanya aku masih belum ngerti mbak,
bisa tolong jelasin :D
ini tentang seseorang ya mbak :)

Reply
avatar
January 30, 2012 at 2:35 PM delete

Iqbal: Tentang seseorang dan takdir :)

Reply
avatar
January 30, 2012 at 9:34 PM delete

waw, dalam banget kyknya, ^^
tapi masih agak bingung saya mksud si penulis. hehe

Reply
avatar
January 31, 2012 at 2:39 PM delete

Bingung kenapa, Bro? Saya cuma meminjam "penampakan" untuk melukiskan takdir ^^

Reply
avatar

Bebas komentar apa aja, asal sopan.
Tapi jangan nyepam. Ntar dihapus lho!