Featured Post

Rain Makes Everything Better

Seminggu terakhir ini benar-benar migrain melanda. Mau apa-apa jadi serba salah. Lalu kuteringat bagaimana hujan mampu membuat segalanya...

Home » » Politisi dan Puisi

Politisi dan Puisi

politik, politisi, gedung DPR
Seumur - umur, saya ngga pernah tertarik dengan yang namanya politik. Dunia politik merupakan sesuatu yang asing buat saya. Sesuatu yang asing dari negeri yang asing. Padahal almarhum Bapak saya seorang politisi. Tapi, ngga ada satupun dari kami anak - anaknya yang mewarisi bakat itu.

Nah, kalau ternyata sekarang  saya
berteman dengan seorang politisi, itu adalah hal yang tak terduga. Tak terduga karena, sekian waktu berteman dengannya, saya baru tahu sekarang kalau teman saya ini seorang politisi. Lulusan hukum pula. 


Saya yakin pertanyaannya adalah,kok sekarang baru tahunya? Ya bisalah hehehe. Teman saya ini, selama ini lebih saya kenal sebagai penyair ( ya kurang lebih begitu ). Yang ngga pernah ngomong politik, malah sukanya berpuisi ria. Jadi wajar kalau saya kaget, kan ketika dia membuka dirinya yang sebenarnya? 

Dan, karena saya orang yang terbuka terhadap apa saja, selama itu tidak mengancam akidah, sekarang saya menjadi pendengar yang setia bagi teman politisi saya itu. Kampanye? Bukan! Dia hanya berbagi cerita lika - liku dunia politik dan hukum. Bahwa kita sebenarnya harus melek politik dan hukum. Jadi ngga mudah dipolitikin orang. 

Saya senang berteman dengan orang -orang dan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru dari mereka, bukan sekedar canda tawa belaka. 

Lalu, bagaimana dengan status "penyair" teman saya itu? 

Masih seperti dulu. Tak berubah. 

Weh Island, Januari 12, 2012
Ketika teman membuka cakrawala

gambar diambil dari sini 



Share this article :

8 komentar:

  1. kalo saya...
    masih belum bisa politik :D

    ReplyDelete
  2. wah ada juga ya politisi yang berpuisi. hebat, jangan jangan rakyat di jadikan syairnya lagi... hahah. boleh lah, daripada rakyat di bikin dagelan. lebih bahaya lagi. hebat mba punya teman politisi, saya punya teman. tapi masih belum jadi politisi, mau jadi, tapi masih belum berhasil dia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah,, gawat! bisa marah nih kalo dia baca.. hehe... just kidding :D
      bagus malahan. dia pasti senyum baca komenmu, Drieant :)

      kepuisiannya dia itu memang udah bagian dari dirinya, meski seandainya dia bukan politisi. dan menjadi unik karena dia seorang politisi.

      *to NS; semoga kamu tidak menganggap ini ghibah*

      Delete
  3. aku gak ngerti politik :) thanks atas kunjungannya, maaf telat berkunjung baliknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku sama ngga ngertinya, mbak. Hnya menjadi pendengar yang baik aja :)
      Makasih atas kunjungan baliknya, moga kapan2 masih mau mampir ya, mbak ^^

      Delete
  4. Yang jadi pertanyaan saya> apakah yang dimaksdu dengan kata "status"

    pada kalimat Lalu, bagaimana dengan status "penyair" teman saya itu?
    xixixi,

    ReplyDelete
  5. @Julak Souriehahaha.. pertanyaannya ada2 saja nih. Status ya status dong. Saya yakin pada tau jawabannya ;)

    ReplyDelete

Bebas komentar apa aja, asal sopan.
Tapi jangan nyepam. Ntar dihapus lho!

 
Copyright © 2013. Together We Share - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger