101 Tahun Akira Yoshizawa

Tokoh dan Peringatan, Origami, Akira Yoshizawa
Anda pecinta origami? 
Tentu tidak asing kalau melihat Google Doodle hari ini. 

Seperti biasa, sebagai apresiasi terhadap tokoh ataupun peringatan, Google menampilkan Doodle khusus. Kalau di postingan yang lalu tentang Hari Perempuan Sedunia, maka Google Doodle hari ini untuk memperingati 101 Tahun Akira Yoshizawa.


Tokoh dan Peringatan, Origami, Akira Yoshizawa
Akira Yoshizawa ( Yoshizawa Akira ) kita kenal sebagai pendiri origami berkebangsaan Jepang. Lahir 14 Maret 1911 di Kaminokawa dari sebuah keluarga pemerah susu, Akira kecil memiliki kesenangan membuat origami. Hingga akhirnya pada usia 13 tahun, Akira pindah ke Tokyo untuk bekerja. Pada usia 20-an, Akira dipromosikan dari seorang pekerja pabrik biasa menjadi juru gambar teknis. Posisi barunya ini mengharuskan Akira untuk mengajari para pekerja junior tentang geometri. Ia menggunakan seni tradisional origami yang sudah dipelajarinya dari kecil untuk memahami dan mengkomunikasikan permasalahan geometri. 

Namun pada tahun 1937, Akira memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya dan total menekuni origami. Keputusan yang diambilnya ini menyebabkan Akira hidup dalam kemiskinan selama 20 tahun berikutnya. Ia menghidupi dirinya dari menjual tsukudani, sejenis bumbu yang diawetkan dan terbuat dari rumput laut. Padahal karya origaminya cukup layak untuk dimuat di dalam buku Origami Shuko. Waktu itu tahun 1944.

Pada tahun 1954, monografi pertama Akira, Atarashi Origami Geijutsu ( Seni Origami Baru ) diterbitkan. Dalam karyanya ini, Akira memperkenalkan Yoshizawa-Randlett, sebuah sistem notasi untuk lipatan origami, yang kini menjadi standar yang paling banyak digunakan dalam seni melipat kertas. Penerbitan buku ini sangat membantu Akira keluar dari kemiskinannya, diikuti dengan pendirian Pusat Origami Internasional di Tokyo pada tahun yang sama.

Tahun 1955 menjadi pameran luar negeri pertama bagi Akira Yoshizawa. Diselenggarakan oleh Felix Tikotin, seorang arsitek dan kolektor benda seni Yahudi-Jerman di Museum Stedelijk, Belanda. Akira banyak meminjamkan model karya origaminya di setiap pameran di dunia. Dia tidak pernah menjual hasil karyanya, tapi lebih suka menghadiahkannya dan mengizinkan organisasi mana saja meminjamnya untuk pameran.

Sebagai seorang pendiri origami, Akira Yoshizawa pionir dalam banyak teknik termasuk teknik lipatan basah ciptaannya, dimana kertas dibasahi dulu sebelum dilipat. 

Maret 1998, Akira diundang memamerkan karyanya di Museum Louvre, Paris, Perancis. Dihadiri oleh banyak seniman origami yang pernah menjadi saingannya dan mencontoh polanya - yang membuat Akira marah - di waktu muda. Akira tak menolak berfoto bersama. 

Akira Yoshizawa mengembuskan nafas terakhirnya pada 14 Maret 2005 di sebuah rumah sakit di Itabashi, akibat komplikasi pneumonia, dalam usia 94 tahun. Hingga kematiannya, lebih dari 50.000 model origami yang sudah dibuatnya, ratusan di antaranya sudah diterbitkan dalam 18 buku.

( sumber: disarikan dari wikipedia )

Inspirasi bisa datang dari siapa saja
Tapi sugesti, hanya tumbuh dan berkembang dari dalam diri sendiri

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

3 komentar

komentar
March 14, 2012 at 12:26 PM delete

ouuu ini ya penemunya. heran kenapa orang jepang ko idupnya lama lama ya? 101 tahun, hebat bener. makan ap ya? shusi?
Btw sabar bener ya, idup miskin dalam 20 tahun. di indonesia pejabat ga mau idup misikin, makanya mereka pinter origami. melipat kertas, terutama melipat uang kertas... hahah

Reply
avatar
March 14, 2012 at 8:56 PM delete

Umurnya sih 94 tahun, Drieant :) 101 tahun hari ini dihitung dengan 7 tahun setelah kematiannya.

Wah, kalo yang itu mah ngga heran lagi. Tapi sayangnya origami pejabat modelnya begitu-begitu saja haha :D

Reply
avatar
March 17, 2012 at 10:31 AM delete

ou begitu to mba. ane ga teliti bacanya. ternyata ud meningal ya.

BTW, ko pejabat begitu begitu aja. ? wah jangan jangan si emba lebih mahir nie dari si pejabat? heheheh

Reply
avatar

Bebas komentar apa aja, asal sopan.
Tapi jangan nyepam. Ntar dihapus lho!