Featured Post

Rain Makes Everything Better

Seminggu terakhir ini benar-benar migrain melanda. Mau apa-apa jadi serba salah. Lalu kuteringat bagaimana hujan mampu membuat segalanya...

Home » , » GERIMIS

GERIMIS

Dan di sini, aku kehilangan kata
Untuk segala yang tersisa
Langit jiwa yang memudar warna

Rindu yang pernah hinggap pada daun - daun basah
Bergulir seiring semesta bicara

Rintik sudah
Hanya rinai penghujung musim tersisa

Dan hujanpun merintik, 4 - 6 Juli 2012


Puisi Hujan
Share this article :

10 komentar:

  1. aih keren kata-katanya,
    mari menunggu kemarau bersama :D

    ReplyDelete
  2. jadi teringat gerimis di suatu senja di tepi pantai kenangan.. indaaah.. banget..

    ReplyDelete
  3. aku juga kehilangan kata,
    untuk berkomentar.
    maklum mba, bukan pujangga. jadi hanya bisa menikmati aja. heheh, tenkyu

    ReplyDelete
  4. mba, maafin aku juga ya. mau puasa nie, jadi sama sama ya :D.
    dimulai dari nol lagi ya :D

    ReplyDelete
  5. gerimis, di sini lagi kemarau. :P

    ReplyDelete
  6. Keren mba puisinya...gerimis yah?

    Saya hapal satu yang dari Sapardi Djoko Damono, tapi cuma satu bait:

    "Ada gadis kecil, diseberangkan gerimis. Ditangan kanannya bergoyang payung, tangan kirinya mengibaskan tangis..."

    etc-etc-etc...Nggak hapal lagi LOL.

    Nggak pernah bisa bikin puisi T.T

    ReplyDelete
  7. bener bener sibuk si mba, sampe ga update lagi nei.. hehehe. yaud mba, yang penting sehat dah :D

    ReplyDelete
  8. @aa.acep wah, saya malah baru tau Gerimisnya SJD.

    Ngga bisa puisi, tapi bahasa blognya saya suka lho :)

    ReplyDelete

Bebas komentar apa aja, asal sopan.
Tapi jangan nyepam. Ntar dihapus lho!

 
Copyright © 2013. Together We Share - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger