GERIMIS

Dan di sini, aku kehilangan kata
Untuk segala yang tersisa
Langit jiwa yang memudar warna

Rindu yang pernah hinggap pada daun - daun basah
Bergulir seiring semesta bicara

Rintik sudah
Hanya rinai penghujung musim tersisa

Dan hujanpun merintik, 4 - 6 Juli 2012


Puisi Hujan

Inspirasi bisa datang dari siapa saja
Tapi sugesti, hanya tumbuh dan berkembang dari dalam diri sendiri

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

10 komentar

komentar
July 7, 2012 at 8:23 PM delete

aih keren kata-katanya,
mari menunggu kemarau bersama :D

Reply
avatar
July 9, 2012 at 5:07 PM delete

jadi teringat gerimis di suatu senja di tepi pantai kenangan.. indaaah.. banget..

Reply
avatar
July 10, 2012 at 4:09 PM delete

aku juga kehilangan kata,
untuk berkomentar.
maklum mba, bukan pujangga. jadi hanya bisa menikmati aja. heheh, tenkyu

Reply
avatar
July 21, 2012 at 5:32 AM delete

mba, maafin aku juga ya. mau puasa nie, jadi sama sama ya :D.
dimulai dari nol lagi ya :D

Reply
avatar
July 30, 2012 at 4:29 PM delete

gerimis, di sini lagi kemarau. :P

Reply
avatar
August 5, 2012 at 2:52 AM delete

Keren mba puisinya...gerimis yah?

Saya hapal satu yang dari Sapardi Djoko Damono, tapi cuma satu bait:

"Ada gadis kecil, diseberangkan gerimis. Ditangan kanannya bergoyang payung, tangan kirinya mengibaskan tangis..."

etc-etc-etc...Nggak hapal lagi LOL.

Nggak pernah bisa bikin puisi T.T

Reply
avatar
August 5, 2012 at 2:29 PM delete

bener bener sibuk si mba, sampe ga update lagi nei.. hehehe. yaud mba, yang penting sehat dah :D

Reply
avatar
August 7, 2012 at 10:39 AM delete

@Fiscus Wannabe Gerimis yang tersisa menjelang kemarau :)

Reply
avatar
August 7, 2012 at 11:21 AM delete

@aa.acep wah, saya malah baru tau Gerimisnya SJD.

Ngga bisa puisi, tapi bahasa blognya saya suka lho :)

Reply
avatar

Bebas komentar apa aja, asal sopan.
Tapi jangan nyepam. Ntar dihapus lho!