IVEDICH Dan Aku pun Rindu

Puisi - puisi, pantai, rindu
Lama tak terdengar suaramu
menyapaku di sela-sela rutinitas
di antara dengung mesin, suara-suara latar
lagu - lagu nostalgia pengisi masa rehatmu

Kita telah sepakat bahwa semua hanya soal waktu
Takdir yang tak tahu kemana perahu akan melaju

Aku selalu ingat
Tiap kali kau berseru takjub atas jawabanku
untuk setiap lagu kenangan yang kau putarkan
Padahal bagiku hal itu sederhana saja

Aku selalu ingat
Debur ombak siang itu
Buah-buah cemara yang berguguran di atas kepala
Kita dengar pandang rasakan dengan cara tak biasa

Aku selalu ingat
Gemericik air kolam, ikan-ikan berenangan
Di udara malam yang menentramkan
Aku dengar suaramu menggema di dalam dada

Dan aku akan selalu ingat
Di bawah atap teras malam itu
Hujan tlah menjadi saksi awal mula kisah kita

30 Des 2012
Dan hujan pun luruh, saat kuakhiri tulisan ini

Inspirasi bisa datang dari siapa saja
Tapi sugesti, hanya tumbuh dan berkembang dari dalam diri sendiri

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

komentar
October 19, 2013 at 4:49 PM delete

Like it. Semoga rindunya berbalas. :) maen-maen ke wendysajalah.blogspot.com ya.

Reply
avatar

Bebas komentar apa aja, asal sopan.
Tapi jangan nyepam. Ntar dihapus lho!